pernah percaya karma? atau mungkin sampai sekarang karma masih berlaku? bagi saya karma itu semacam sugesti mematikan. yang tak bisa ditolak oleh siapapun. sekali mendengar tentangnya, berbuat salah, kemudian telanlah karma bulat bulat sampai kamu yakin karma lah yang tengah menghabisi hidupmu secara menyakitkan.
bahkan sadar tidak sadar, beberapa orang termasuk saya, tengah menatap karma dari kejauhan. bertindak seakan akan karma akan memaafkanmu seperti hari lebaran.
ini dia yang disebutkan keadaan berbahaya. bagaimana saat kamu tengah sendirian di suatu kondisi jahat yang menikammu dari segala arah. ini bukan sebuah prosa, tapi jika kamu membacanya lebih teliti inilah karma yang kukenalkan padamu. yang tengah menghimpitku secara sadis.
aku memang bukan bibir berkilau yang mampu menangis pilu dengan jutaan kata menyakitkan. aku bukan tipikal wanita umum yang kau kira semuanya kuceritakan padamu. lebih baik seharian saja aku bernyanyi dengan earphone, kemudian luluh lantahkan lelahku dengan berjalan di tepi raya. kamu yang berpikir sejauh ini aku tengah bermain-main saja?
sungguh bukan satu kecemasan yang kutunggu
coba kamu perhatikan sekali lagi. aku yang sedang meluluh lantahkan kekesalanku ini, tengah menceritakan sebuah karma.
pernah terlintas, nampaknya aku masih cukup kaya dan patut bersyukur karena memiliki beberapa bagian terbaik. contohnya kamu, mereka, dan kamu. kamu pikir siapa lagi yang kuandalkan? boleh lah kamu bilang saya terlalu bodoh untuk berlari ke arahmu.
kalau saya punya pilihan, dua pilihannya adalah kamu dan berlari sendirian
jadi jangan tanyakan lagi pada saya, kenapa saya bisa berjalan tanpa takut pantangan. bagi saya, bahaya di dunia nyata adalah sepenggal kecil bahaya di dunia maya. bukan internet, tapi lebih ke dunia yang selama ini tak kamu lihat, lebih ke 'dirasakan'
ini dia yang kusebut sendirian. ada kalanya aku bisa mengambil jalan pintas untuk berlari ke arah yang lebih pasti. keliahatannya sih pasti, nyatanya sama saja. semu, bahkan saya kurang paham kemana arahnya.
tadinya, bahagia bisa di deskripsikan dengan bertemu anda bung. nyatanya kesalahan saya semakin hari semakin jadi. jadi beginilah pelajaran yang saya dapatkan. bahagia yang lama terlukis dalam benak 'kita' perlahan lumer dengan kesalahan.
kita sama-sama menyadari takdir kita. mungkin salah saya yang diam saja. tapi percayalah, saya berikan biar kata sakit atau sulit. toh jika memang takdirnya begini, itulah yg terbaik yang kita pernah punya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar