Kamis, 07 Maret 2013

kangen

pernah kangen?

konyolnya semua orang nyaris akrab sekali dengan 'kangen'. kangen tuh kadang antara nyiksa, indah, buruk, dan nyenengin. tergantung gimana kita menerima si kangen yang datang pada kita.

kita bahagia ga sih kalau kangen? jangan jangan kangen adalah rasa yang harus kita buang jauh jauh. tau lah, kita kadang suka over kangen sama seseorang. ga normalnya begini, kangen yang kita rasain kadang mampu menyita segala yang harusnya kita kerjakan.

tapi sadar juga ga sih, sebenernya saat kangen itu datang kita nih yakin ga rasa itu emang dateng buat seseorang yang ada di pikiran kita? atau jangan jangan kangen yang kita rasain ini jenisnya kangen meleset, yang ternyata kangen sama yang lain tapi berhubung yang di otak adalah 'dia', jadi... ya...

itu kangen yang sumpah jahat banget. saya pribadi? ngga, saya ga pernah kangen yang kaya begitu. kenapa? soalnya orang yang saya kangenin memang ga pernah gonta ganti kaya anak muda masa kini. buat saya kangen itu satu, rasanya juga cuma satu, ga bisa dibagi, dan bagi saya yang paling jelas adalah kangen itu memang cuma tertuju sama satu yang paling pasti.

banyak banget yang ketipu sama kangen. catatan merahnya adalah, kangen itu yang paling tulus dari dasar perasaan seseorang adalah kangen yang jenisnya abstrak.

saat seseorang kangen sama kita, liat aja dari perilakunya. kalau dia ngomong ya wajar, tapi at least paling penting itu adalah sikap. bukan kangen namanya kalau gede mulut gede galau tp ga pernah nunjukin sekangen apa dia sama kita. itu namanya, kangen kiasan doang.

satu hal yang paling saya suka saat seseorang kangen sama saya, adalah bagaimana sikap yang berubah (banget) kalau memang orang tersebut kangen sama saya.

sayangnya kangen itu adalah rasa yang punya limit alias batas. ga seumur hidup toh kita kangen sama seseorang?

darimana asalnya kangen muncul adalah... hal yang buat saya sih agak tragis. kasarnya selain kita udah lama ga ketemu si dia, penyebab lainnya adalah mungkin aja orang tersebut ga lagi seperti apa yang kita mau. begini alaynya, "aku kangen kamu yg dulu" absurd emang tapi itu fakta

kalau kangen memang bermunculan dari orang orang yang lama meninggalkan kita dengan sikap dia yg mulai beda. cuek contohnya, jutek, dan yang lainnya yang kadang bikin hati kita ke damprat.

saya jadi suka mikir alangkah enaknya traveling, dan pulang pulang dikangenin. karena sejauh ini saya selalu kangen sama orang yang pasti.

pasti yang itu, yang sering banget bikin saya bertanya tanya kenapa ya ko kangennya lama banget, terus berandai andai konyol kaya, coba aja orang kaya dia bisa kangen sama saya terus tanpa limit. apa harusnya saya dulu yang pergi jauh, lama, traveling?

kalau kita hilang, hal pertama yang jadi harapan kita adalah

"semoga kamu kangen sama aku ya.."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar