Kamis, 14 Maret 2013

setengah badan

ada sebuah manusia yang kali ini tidak seluruh perangkat tubuhnya bekerja. hanya badannya sampai leher, setengah badan, lebih seperempat. kemudian ia bahagia karena ia masih bisa melihat tubuhnya mampu bekerja.

ada sebuah manusia yang bahagia dapat menikmati setangkainya saja. tidak dengan bunganya. tidak-dengan-bunga-nya. sama sekali. kemudian ia bahagia karena masih bisa menikmati indahnya helai kelopak bunga dari bawah sana.

ada sebuah manusia yang hanya bisa menikmati tatapan. tidak merasakan sentuhan atau kontak, tidak berbicara, tidak mendengar, tidak dekat. hanya melihat saja secara visual, tidak akan pernah lebih. kemudian ia bahagia karena masih mampu mengandalkan sepasang matanya demi menikmati apa yang ia lihat.

ada sebuah manusia yang bernafas hanya dengan separuh 'paru-paru' nya. menyisakan sisaan tubuhnya yang teraniyaya karena hanya mampu menikmati oksigen bersekian detik saja. dan kembali sesak setelah ia mampu bernafas lega.

ada sebuah manusia yang hanya mampu tersenyum, selalu begitu setiap kalinya. tertindih segala kondisi yang mengharuskannya selalu mengangkat kedua ujung bibirnya. sakit, susah, tangis, bahkan siksaan, dan ia harus selalu melewatinya begitu saja. ia bahagia, karena setidaknya senyum adalah lambang bahagia.

ada kalanya kita perlu melihat, ada yang begitu bahagianya di sekeliling kita dengan hanya menanyakan kabar kita. hanya dengan membantu kita walau tak menyertakan wajah dan keberadaannya. hanya dengan turut serta mengikuti pahit dan tajamnya hidup kita. hanya dengan menatap kita dari kejauhan, kemudian tanpa disadari ia turut serta membantu kita bernafas. dan tersenyum saat jauh jauh hari kita terlebih dahulu membuatnya kesakitan.

bagaimana kalanya saat itu kita tidak pernah sadar pengorbanan kecil yang diberikannya begitu besar dampak yang kita dapatkan.

singkat katanya, seperti hanya melihat lampu berkedip di ponsel, melihat sebuah pesan kecil dari kita. dan dia lah yang mampu begini,

"Hey, dari tadi aku nungguin kamu."

tuh lihat, jangan jangan banyak sekali yang lagi menunggu kita?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar