Senin, 12 November 2012

lima tahun dan seterusnya

ada kala di saat saya kembali memutar ingatan
tentang bertahun yang lalu,
bagaimana kita menjadi sebuah pertemuan
bukan pertemuan sederhana

karena nyatanya hingga detik ini, bagaimana hal itu terjadi masih terekam kuat

tapi kami tidak sama sama tahu, akan ada hari ini
hari dari sekian hal yang tidak pasti

Tuhan kembali mengatur kami dalam sebuah pertemuan yang luar biasa
baik saya, maupun dia
tak pernah sesingkat terlintas akan bertemu dengan cara seperti ini

cara itu begitu membanting kami pada sebuah kenyataan
bahwa hal yang tak pernah terbayangkan sebelumnya,
terjadi dengan mudah

begitu indah,
begitu sederhana,
begitu mengejutkan,
dan

begitu sulit dilepaskan

kadang tersisip pertanyaan
kenapa harus bertemu dengan orang di masa lalu pada masa sekarang?
dan kenapa juga harus dia yang tidak ada dalam 'target' kita sebelumnya?

baik, begini ceritanya..


di atas namakan tulisan ini, saya yang tidak ingin diketahui berapa umur saya, sedang menuliskan tentang yang namanya TAKDIR juga NASIB.

titik

takdir yang awalnya saya kira hanya imbuhan dari iklan permen, ternyata cukup menampar saya dengan jemu pada saat ini. bahwa yang namanya TAKDIR bukan sekedar TE-A-TA KA-A-KA D-I-R-DIR. saya bukan tipikal wanita/perempuan yang hobi mendefinisikan sesuatu menjadi filsafat hidup.

seperti kebanyakan wanita/perempuan jaman sekarang, yang senang betul baca novel cinta, paris, dan SOK-SOK-AN mendefinisikan kata-kata simple yang ada di sekitar kehidupannya. sok paham banyak hal tentang hidup. tentang yang namanya hidup ini bakalan menjadi hidup seperti zombie jika kita tidak memiliki 'cinta' dari orang lain.

cinta itu apa memangnya? kalau hati kita ada 'dimana-mana' jangan dulu berani mengartikan cinta. sudah yakin TAKDIR mempertemukan kita di satu hati saja? jangan-jangan anda sedang menyalahkan TAKDIR, menuduh TAKDIR lah yang mempertemukan anda dengan DUA HATI YANG JELAS BERBEDA.

jangan berlagak konyol deh. coba lihat nalar logika anda. memangnya mungkin hati yang terbatas itu bisa dibagi sama rata? ngga deh sepetinya.

begini ya, isi hati anda yang sudah pasti ada ;
diri sendiri
diri sendiri
diri sendiri
orang tua / keluarga
teman / sahabat
dan space nya yang paling besar adalah untuk kekasih anda

BOHONG, jika anda lebih sering memikirkan orang tua anda dibanding laki-laki atau perempuab yang anda suka. hayolah bung, mau sampai kapan dipungkiri?

TAKDIR saat ini mempertemukan saya dengan suatu ketidak sengajaan. mengalir begitu saja, terjadi, dan.. saya mencintai apa yang sudah terjadi. tidak ada penyesalan.

tidak pernah terlintas akan terjadi hal seaneh ini, tidak pernah membayangkan akan jadi seperti ini. inilah yang saya sebut TAKDIR. karena sudah memang seharusnya begini, dan tidak dapat diubah lagi.

terima saja

saya pernah kedatangan seorang penceramah ke tempat saya belajar. menarik sekali topiknya, karena tentang permasalahan sehari-hari. beliau bilang, kita harus selalu mempersiapkan untuk ikhlas dengan segala sesuatu yang cocok dengan kita maupun yang tidak cocok

"benar sekali bung." sahut saya dalam hati

kadang yang namanya TAKDIR adalah filsafat hidup yang sudah jadi bubur. memang benar kita tidak boleh selamanya menolak takdir. mau sampai kapan? toh biasanya takdir, akan mengubah kita atau tepatnya mengarahkan kita pada suatu jalan yang baru.

sementara saya sedang mengingat ingat lagi bagaimana saya sedang berharap agar TAKDIR berpihak pada saya. membiarkan saya hidup dengan lelaki yang tepat. tapi di sisi lain, nasib saya juga lelaki ini kurang baik adanya.

memang rasanya pincang kalau TAKDIR berjalan sendirian tanpa si NASIB. tapi terkadang juga saya tidak ingin ada nasib. jelas saya egois orangnya, yang saya mau cuma takdir saya hidup bahagia dengan orang yang tepat.

tapi toh nasib menyeret nyeret saya untuk merasakan kesusahan terlebih dahulu. dan.. saya sendiri pula yang harus mengubahnya.

NASIB, adalah hal yang paling sulit diubah. namun nasib selalu berkaitan dengan unsur kesengajaan. apa yang kita lakukan sengaja, dan berdampak. itulah yang kita inginkan. itulah NASIB. sebenarnya nasib bisa saja jadi MUDAH, asalkan kita bisa menerima segala sesuatu yang kelak kita dapatkan/


Tidak ada komentar:

Posting Komentar