Minggu, 17 Februari 2013

bahagia

lama tak mengenal dasar dari apa yang telah saya capai selama ini, saya kesulitan mengartikan lamanya hidup yang sampai sekarang masih saya jalani. saya tahu persis saya patut bersyukur setiap hela nafas yang mampu saya ambil, tapi kadang saya kesulitan mengerti kenapa detik detik yang sudah berlalu bahkan hanya berlalu begitu saja.

kadang bersandiwara jadi kegiatan sehari hari saya. di atas panggung ini mana ada yang tau saya tengah berjago akting demi mendapatkan segala peran. inginnya semua peran yang saya jalani adalah peran protagonis. nyatanya saya banyak menjadi antagonis di atas panggung saya sendiri.

lama melupakan diri sendiri saya terlalu banyak mencintai orang diluar sana. egoisnya saya tak ingin mendapatkan hal yang berlebih dari mereka.

saat sadar akan banyak hal. oh ya... saya begitu lama melupakan diri saya sendiri. seseorang bilang "sayangi dulu diri kamu baru yang laen"

tapi kadang orang lain juga terlupa bagaimana egoisnya saya mempertahankan kebahagiaan bersama mereka. saya cukup keras kepala untuk mempertahankan perasaan yang saya punya. entah kepada siapapun itu tapi saya punya cukup banyak nyali buat mempertaruhkan apa yang saya punya dan menukarkannya dengan kebahagiaan.

di sela sela bahagia yang saya punya di dunia, saya selalu sisipkan doa dan panjatkan harapan tertinggi untuk bisa jauh lebih lebih bahagia saat saya berada di akhirat. tentu bukan saya orang pertama yang saya harap bisa bahagia disana.

nyatanya semua orang sama saja, toh kita makhluk sosial yang ga bisa sama sekali hidup sendirian tanpa petani yang memproduksi beras. atau kita sama sekali ga bisa hidup sendirian tanpa ibu kita yang sudah berhasil melahirkan kita ke permukaan planet ini.

kasarnya lagi bukan cuma itu. sadar tidak sadar saya juga suka bagaimana saya bisa terlahir ke muka bumi. saya suka cara bagaimana kedua orang tua saya pernah begitu saling mencintai dan mau ikhlas membesarkan saya yang begini.

diantara kita kadang lupa, 'rasa' adalah hal pertama yang ditorehkan ke atas planet ini. rasa apa? harus ya saya bahas lagi soal CINTA? bosan memang, tapi selain karena cintalah kita hidup saya juga yakin alasan kuat yang saya punya adalah cinta. saat saya begitu egois mempertahankan apa yang saya punya karena saya merasa bahagia.

bahagia yang banyak definisinya ini tidak bisa sepihak. saya percaya akan satu hal, yaitu segala sesuatunya musti seimbang. saya percaya kalau saya bahagia saya juga harus meyakinkan kalau saya mampu membuat orang yang saya sayang juga bahagia. tapi kadang diantara mereka cukup mati rasa untuk menyadari betapa pandainya mereka membuat saya bahagia.

bukan saya yang bilang mereka ga berguna. padahal jauh dalam perasaan sebenarnya saya bahagia jelas karena mereka. tapi kalau nyatanya mereka tak pernah bahagia karena saya, ya.. berarti saya merasa cukup gagal dalam hidup sampai yang ke 16 tahun ini.

selamat malam, kamu, dan mereka semua yang mengenalkan saya berbahagia dengan cara yang berbeda~



aku sayang dan bahagia sekali punya kalian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar