saya juga ratusan ribu orang yang pernah saya jumpai mungkin pernah merasa begitu samar. tak tahu menahu tentang seberapa kejelasan yang ada di dalam diri kita. mirip dengan tak kenal dimana kita tengah berdiri dan sebagai siapa kita berperan.
berkalikali saya pernah menuliskan banyak hal tentang bagaimana menjadi seseorang yang berdiri di atas angin adalah hal yang sama tidak jelasnya dengan samar. beberapa dari yang membaca tulisan saya, kadang perlu membuat 'koma' sendiri agar tahu seberapa jelasnya maksud yang ingin saya sampaikan.
kali ini kejelasan yang masih juga saya pertanyakan adalah tentang seberapa jelas kalimat yang sebenarnya ingin diutarakan secara lisan, secara tulisan dan yang lainnya. seberapa jelas sebenarnya perasaan yang detik ini, di masa ini, yang benar benar kita rasakan.
saya juga beberapa orang diluaran sana mungkin pernah merasa begitu rumit, menggulung diantara ratusan ribu kosa kata yang ingin dibentuk dalam sebuah kalimat. namun hasilnya tak satupun kalimat yang paling paling jelas, dapat terucapkan. kadang kita sendiri jauh tak menyadari betapa sering kita lebih memperhatikan kata kata yang sebenarnya tidak cukup penting, dan begitu banyak kata INTI yang terlupakan pada akhirnya katakata pentinglah yang kita masukkan ke dalam pembuangan.
sesulit apa memangnya untuk mengucapkan kalimat dengan jelas? tentu bukan sejenis "saya ingin buang air kecil" salah satu atau bahkan banyak dari kita pasti akan mengerti, tentang bagaimana sulitnya mengucapkan kalimat yang jelas di-saat-waktu-yang-tepat dan kita tahu sendiri waktu yg seperti itu tidak datang dua kali., lantas malah kalimat yang tidak jelaslah yang muncul dari bibir. hal utama yang jelas jelas salah adalah terlalu banyaknya yg kita pikirkan, kenapa tidak mencoba fokus pada satu titik permasalahan?
kenapa harus menjawab beserta alasan dan buntut panjang, tak kala pertanyaan seperti "gimana rasanya?" muncul di depan telinga kita? tentu karena terlalu banyak sekali yang ingin kita utarakan. ingin beberapa org dari kita turut merasakan apa yang kita rasakan. ingin semua org disekitar kita turut mengasihani kita dengan seberapa dalamnya perasaan yang kita rasakan. ini adalah alasan yang paling tepat kenapa kt selalu berteletele soal perasaan. padahal akan jauh lebih membuat orang tertarik mendengarkan kita, saat kita hanya memulai dengan satu kalimat yang cukup utk mewakili sekian juta perasaan yang tengah kita rasakan.
yang paling inti adalah, saya bahkan tidak menyadari apa yang tengah saya tulis begitu panjang lebar. tapi jujur dalam hati yang sedalam dalamnya, panjangnya tulisan ini selalu diiringi pada satu tujuan yang paling jelas.
sekian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar