saya bukan tipikal orang yang seringkali berkutat di depan cermin, misalnya untuk merapikan pakaian atau penampilan saya di hadapan cermin. jujurnya, saya kurang peduli akan bagaimana orang melihat tampilan saya secara fisik. entah mungkin karena saya memang seperti ini, terlalu urakan dan bagi saya yang terpenting saya mengenakan pakaian dan ga merasa masuk angin.
itu basa basinya saja, kasarnya begini..
saya ini lebih suka bercermin pada sesuatu yang tidak terlihat. saya bukan tipe orang yang doyan melihat (menonton) ataupun mendengar. saya jauh jauh lebih suka dengan 'merasakan'. filosofi mungkin kedengarannnya. tapi bagi saya, jauh sebelum menonton dan mendengar itu ada.. point paling penting adalah merasakan.
terkadang kita bahkan lebih menonton apa yang selama ini terjadi di sekitar kita. lebih kepada seakan-akan apa yang terjadi selama ini semuanya adalah koreksi. sekali lagi, KOREKSI. apa sih yang kita koreksi? pertanyaannya adalah, apakah kita ini tengah mengoreksi diri kita sendiri atau malah orang lain yang seringkali mudah sekali untuk kita koreksi?
disini guna dan letak dimana pentingnya sebuah cermin buat kita. apa yang kita lihat sejauh ini, apa yang sejauh ini selalu kita tuntut dari orang orang di sekitar kita. apakah pantas?
lagi lagi disini terkadang kita lupa, seberapa tinggi posisi kita sampai mudahnya menuntun suatu 'kesempurnaan' dari seseorang atau bahkan lebih. adakah kita pernah coba jadi seseorang yang 'ngertiin' mereka? atau malah ternyata posisinya sejauh ini kita sama sekali ga layak MENUNTUT atau bahkan MENGKOREKSI apa yang orang lain punya.
satu hal yang paling salah, adalah kita terkadang lupa tentang bagaimana kita jauh lebih nihil dan sama sekali ga pantas untuk menuntut kesempurnaan seseorang.
sakit?
itu adalah hal pertama yang akan sangat menampar anda saat kita menyadari satu hal. "loh kita ini siapa sih kok menuntut dia untuk begini begitu?"
lagi lagi posisi kita ini harus dipertanyakan. silahkan berkaca sampai puas, intinya sampai anda merasa yakin anda jauh lebih baik dari orang yang selama ini anda tuntut untuk menjadi A atau menjadi Z. apakah sejauh ini kita punya 'alphabet' yang jauh lebih baik dari mereka?
terkadang apa yang kita inginkan dari mereka memang tidak pernah cocok dengan kenyataannya. tapi yang terpenting, apa yang selama ini kita tuntut.. memangnya pantas kita dapatkan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar