Jumat, 16 November 2012

buku baru

tidak akan pernah ada manusia yang menginginkan berdiri di posisi yang salah
berdiri
sudah salah, disuruh berdiri pula
rasanya susah. 

tapi saya termasuk manusia bodoh yang sudah pincang, memaksa berdiri pula
memaksa berdiri di atas jeruji tinggi
saya termasuk orang yang begitu egoisnya berdiri di lahan orang
berdiri di tempat dimana orang lainlah yang seharusnya berdiri

tololnya saya melanjutkan kesalahan saya dengan wajah polos 
tak peduli di lain sisi ada yang disakiti
tak peduli di lain sisi ada yang menangisi
tak peduli yang penting dia, bisa saya miliki

egoisnya saya masih juga ingin mencintai
egoisnya saya masih begitu kuat menahan posisi yang salah
saya masih bersikeras mencitai apa yang seharusnya saya lepaskan jauh jauh hari

memangnya siapa yang ingin jadi seperti ini?
bahkan Tuhan pun belum pernah menyadarkan saya apa alasan sebenarnya
alasan mengapa saya begitu kurang ajar, untuk pertahanan yang harus dirobohkan jauh jauh hari

saya membuka sebuah pintu, mengizinkannya masuk 
tapi
saya lupa bagaimana membuka pintu itu kembali
saya lupa bagaimana cara mengusirnya pergi
saya lupa bagaimana cara membiarkan orang lain masuk ke pintu ini

saya lupa akan banyak hal

oh ya, hampir saya lupa
saya sudah mengganti banyak hal dengan hal baru

namanya buku baru
sebuah buku yang banyak sekali dituliskan dengan tinta merah
tinta peringatan bahaya
atau tinta yang memperingati saya akan menangis di suatu malam

tapi saya tidak berharap bosan menulis di buku baru ini
bahkan saya memeluk buku ini erat erat agar tidak jatuh ke tangan yg salah
biar buku ini tetap milik saya

sial
yang kamu ganti ternyata bukan sekedar perasaan saya
kamu mengganti seluruh hidup saya

sial..

pada siapa saya harus menggantinya kembali?
saya tidak pernah berfikir untuk menemukan penggantinya

dan dalam satu per satu pertemuan yang kita lakukan
maka simpul tali tak tampak ini semakin kuat dan semakin kuat
dan tidak pernah ada doa dari saya
untuk berharap agar simpul ini merenggang

tolong, katakan kalau kamu masih bersedia membuat simpul ini semakin terikat kencang
karena saya tidak siap untuk melepaskannya


Tidak ada komentar:

Posting Komentar