Rabu, 12 Desember 2012

abu-abu

aku menari dibawah rintik rintik hujan yang kau enggani. aku menyayat diri di atas kelabu yang kau takuti. aku berkoar layaknya naga dibawa ratusan angin yang kau hindari. aku tak peduli aku berseru menyatukan rasa ingin dicintai.

kenapa begini?

langit menderu deru mengatakan padaku bahwa aku juga segenap mimpiku harus pergi. ke arah yang berbeda, bukan disini. namun segenap perasaan rindu menahanku tak pergi. aku menunggu sampai pagi. kemudian aku berlari seorang diri. sang matahari terbit malu malu, aku tak sadarkan diri, ia membangunkanku.

ia menghapus peluhku, memelukku dan tak ingin melepaskanku. sementara segenap hatiku mulai rapuh semakin hari semakin kelabu. seharusnya aku bahagia, namun tidak. seakan jutaan pasang mata menatapku sendu. seakan mereka tahu apa yang kelak terjadi kepadaku. aku takut dan malu. kenapa aku memasang wajah bahagia, dan lantas hatiku berderu deru menyakikan lagu rapuh.

aku mencoba menghapus rasa dan prasangkaku tentang apa yang membiru. perlahan aku tak tahu, akan jadi apa aku? apa aku harus hidup bersamamu? katakan padaku, wahai kamu yang membahagiakanku.

membahagiakanku dengan cara membunuh

katakan, apa yang harus kupercayai? harapan? tujuan? impian? kemana lalu aku harus pergi mengadu? kenapa kau hanya diam, kau bahkan hanya menatapku pilu. ada apa dengan kita? kemana warna ini akan menuju?

ada jutaan tanda tanya di otakku namun kamu tetap tak tau menahu. perlahan aku tau, aku hanya abu-abu yang tak menentu. kelak aku, dan sejuta harapan yang pernah kau titipkan. berangsur angsur pergi. pada satu warna yang kubilang bahagia.

dengamu? atau..?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar